Tampilkan postingan dengan label aqidah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label aqidah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 April 2015

-Bunuh Diri- Benarkah Mati Sebelum Waktunya?

tanya :
Katanya mati bunuh diri itu mati sebelum waktunya dan bukan karena Allah, lalu apakah berarti yang mencabut nyawa bukan malaikat Izrail?



jawab :
Dijawab oleh al-Ustadz Sarbini al-Makassari

Anggapan bahwa orang yang mati bunuh diri berarti mati sebelum waktunya dan bukan karena Allah adalah aqidah yang batil. Ini adalah aqidah kaum Mu'tazilah yang sesat, yang mengingkari takdir Allah. Oleh karena itu, mereka mengatakan bahwa orang yang mati terbunuh atau bunuh diri, adalah mati sebelum ajal yang diketahui, dikehendaki dan ditetapkan dalam Kitab Lauhul Mahfuzh oleh Allah. Artinya mati di luar takdir Allah. Kalau seandainya dia tidak terbunuh atau bunuh diri, dia akan hidup hingga ajal yang ditakdirkan oleh Allah. Jadi menurut mereka, orang yang mati terbunuh mempunyai dua ajal.

Senin, 06 April 2015

Sebab Mendapatkan Azab Kubur

Banyak sekali hal-hal yang menyebabkan seseorang mendapatkan azab kubur. Sampai-sampai Al-Imam Ibnul Qoyyim dalam kitabnya, Ar-Ruh menyatakan: "Secara global, mereka diazab karena kejahilan mereka tentang Allah 'azza wa jalla, tidak melaksanakan perintah-Nya, dan karena perbuatan mereka melanggar larangan-Nya



Maka Allah tidak akan mengazab ruh yang mengenal-Nya, mencintai-Nya, melaksanakan perintah-Nya, dan meninggalkan larangan-Nya. Demikian juga, Allah tidak akan mengazab satu badan pun yang ruh tersebut memiliki ma'rifatullah (pengenalan terhadap Allah) selama-lamanya.
Sesungguhnya azab kubur dan azab akhirat adalah akibat kemarahan Allah 'azza wa jalla dan kemurkaan-Nya terhadap hamba-Nya. Maka barangsiapa yang menjadikan Allah marah dan murka didunia ini, lalu dia tidak bertaubat dan mati dalam keadaan demikian, niscaya dia akan mendapatkan azab di alam barzakh sesuai dengan kemarahan dan kemurkan-Nya." [Ar-Ruh hal.115]

Senin, 16 Maret 2015

Janganlah Kalian Mengharap Dunia dengan Amalan Akhirat


Termasuk bahaya besar apabila seorang hamba mengamalkan suatu amalan sholih dalam rangka mengharap harta benda dunia. Amalan ini adalah bentuk kesyirikan yang menafikan kesempurnaan tauhid yang wajib dan menggugurkan amalan. Perbuatan ini lebih besar daripada riya', sebab orang yang menginginkan dunia keinginannya selalu mengalahkan (menyertai) mayoritas amalannya. Adapun riya', hanya muncul pada sebagian amalan saja, tidak terus-menerus menyertainya. Sedangkan seorang mukmin, akan senantiasa waspada dari ini dan itu.

Adapun perbedaan antara riya' dengan keinginan seseorang untuk mendapatkan dunia dengan amalnya, yaitu antara keduanya memiliki keumuman dan kekhususan mutlak yang keduanya akan berkumpul pada diri seseorang apabila dia melakukan amalan, agar nampak indah di hati hadapan manusia, agar mereka melihatnya, mengagungkan dan memujinya. Yang seperti ini namanya riya', demikian juga termasuk mengharapkan dunia, sebab dia beramal ketika di sisi manusia dan mengharap agar mereka memuliakan, memuji dan menyanjungnya.

Rabu, 14 Januari 2015

Berhati-hati Terhadap Fitnah Anak

Anak-anak adalah fitnah/cobaan. Allah ta'ala berfirman :
"Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan bagimu." [QS. At-Taghabun;15]

Rezeki berupa anak yang Allah berikan kepada seorang hamba terkadang malah menjatuhkan hamba tersebut ke dalam sikap berbangga-bangga dengan anak dihadapan orang lain, dan tidak mensyukuri nikmat Allah itu. Dia membanggakan diri atas orang lain dengan anaknya yang banyak, merasa diri lebih baik daripada mereka, merasa sombong dan berlaku dzalim, yang pada akhirnya menjerumuskannya ke dalam neraka. Kita berlindung kepada Allah dari semua itu.


Rabu, 26 November 2014

Sifat Jahannam dan Mayoritas Penduduknya

Dari Abu Hurairah bahwa Nabi sholallohu 'alaihi wasallam bersabda :
"Api kalian ini, yang dinyalakan anak Adam hanya satu bagian dari tujuh puluh bagian api neraka Jahannam." Ada shahabat berkata : "Wahai Rosulullah, bukankah hal ini sudah cukup?" Beliau berkata: "Sesungguhnya dia (api) lebih besar melebihi enam puluh sembilan bagian. Masing-masingnya memiliki panas seperti api itu." [Shahihul Jami']


Dari Anas bin Malik, bahwa Nabi sholallohu 'alaihi wasallam bersabda :
"Kalau sebuah batu seperti tujuh unta yang bunting dilemparkan dari pinggir jahannam, dia akan melayang selama tujuh puluh tahun hingga sampai ke dasarnya." [Shahihul Jami' ; 5124]

Selasa, 25 November 2014

Bila Kuburan Diagungkan

Bentuk-bentuk Pemujaan Terhadap Kuburan
Bagi sebagian besar kaum muslimin di zaman sekarang, kuburan telah menjadi salah satu tempat yang paling sering dan paling banyak mendapat kunjungan. Mereka sering hilir mudik di kuburan tersebut, tak kalah ramai dengan tempat-tempat rekreasi dan hiburan. Bahkan terkadang kuburan itu lebih ramai daripada rumah-rumah Allah Subhanahu wa Ta’ala (masjid). Mereka datang dengan berbagai hajat dan tujuan. Di antara mereka ada yang ingin lulus dalam ujian sekolah, ada yang ingin berhasil dalam cocok tanam dan perdagangan, ada yang ingin mencari barakah dan anak keturunan, dan ada pula yang berniat agar mendapatkan jodoh yang sesuai selera.

Di antara mereka juga ada yang bertujuan untuk memandikan jimat-jimat dan keris-keris pusaka, ada yang ingin kedudukannya tidak digoyang dan bahkan ada di antara mereka yang mengucapkan nadzar bila telah berhasil dari sesuatu, akan keliling makam para wali yang dikunjunginya itu.

Ada yang datang untuk menyucikan diri, bahkan ada yang memang berniat untuk beribadah yaitu hanya semata-mata ziarah. Sehingga untuk keberlangsungan semua ini, setiap kuburan yang dianggap keramat dan memiliki kelebihan, dibangun dengan bangunan yang megah dan mahal yang nilainya melebihi bangunan rumah orang yang meninggal itu semasa hidupnya. Setelah itu diangkat juru kunci sebagai pemandu setiap peziarah. Semua ini merupakan perkara yang dibenci Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Kamis, 24 Juli 2014

Inilah Ibadah yang Benar

"Maka ketahuilah, bahwasanya amalan ibadah tidaklah dinamakan ibadah kecuali disertai dengan TAUHID, sebagaimana sholat tidaklah dinamakan sholat kecuali disertai dengan thoharoh."

SYARAH / PENJELASAN
Jika engkau telah mengetahui bahwasanya Alloh menciptakanmu untuk beribadah kepada-Nya, maka sesungguhnya ibadah itu tidak akan benar dan diridhoi Alloh ta’ala kecuali memenuhi dua syarat yang apabila salah satu syarat rusak maka ibadah menjadi batal/tidak sah.

Syarat yang pertama : Ibadah tersebut ikhlas / murni dipersembahkan untuk mengharapkan wajah Alloh dan tidak disertai kesyirikan.

Jika dicampuri kesyirikan maka menjadi batal / tidak sah, sebagaimana thoharoh / bersuci jika terkena hadats akan menjadi batal. Begitu pula jika engkau beribadah kepada Alloh kemudian engkau menyekutukan-Nya maka ibadahmu menjadi batal. Ini adalah syarat yang pertama.

Jumat, 27 Juni 2014

[Sebuah Pengantar] Berlebih-lebihan dalam Ber-ISLAM

Dienul Islam adalah ajaran yang diturunkan dari sisi sang Khaliq yang telah menciptakan langit dan bumi berikut segala isinya. Sehingga Allah adalah Dzat yang Maha Mengetahui sebatas mana kemampuan dan kekuatan manusia. Oleh karena itu, Allah pun menetapkan syariat sesuai kemampuan mereka.



Islam tidaklah menghendaki kesukaran, namun justru datang dengan membawa kemudahan. Syariat-syariatnya selaras dengan fitrah sehingga mudah untuk dijalankan. Allah pun masih memberikan keringanan bagi hamba-hambaNya ketika tengah menghadapi kondisi tertentu, seperti safar, haidh, hamil dan menyusui, nifas, ataupun sakit.


Senin, 26 Mei 2014

Rahasia DOA

"Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu hidayah, ketaqwaan, penjagaan kehormatan diri, dan kekayaan jiwa."

Manusia dengan segala yang ada padanya, pada hakikatnya adalah makhluk yang zalim, bodoh, dan lemah. Tidaklah manusia hidup kecuali dengan rahmat-Nya. Tak terhitung nikmat yang Allah limpahkan kepada manusia. Tetapi ironis, justru banyak manusia yang mengkufuri-Nya, tidak mau tunduk mmenghambakan diri kepada-Nya.


Demikianlah, manusia adalah makhluk yang sangat zalim. Manusia pun bodoh dalam segala hal. Faktanya, untuk maslahat diri sendiri pun banyak yang tidak mengerti sehingga harus dibimbing dan diarahkan. Manusia juga lemah fisik, tekad, semangat, kemauan, amalan, ketaatan, keimanan, dan kesabaran, sehingga selalu sangat butuh terhadap dukungan dan bantuan dari yang lain untuk mencukupi kebutuhan dunia dan akhiratnya.

Kamis, 27 Maret 2014

Islam telah Sempurna


Tubuh seorang manusia dikatakan sempurna jika telah tepat sesuai dengan kebutuhannya. Dengan sepasang tangan, sepasang kaki, kepala beserta seluruh anggota badan yang lengkap, manusia akan merasakan kenyamanan tubuh dan nikmatnya tubuh tersebut.
Coba kita bayangkan, apabila kita terlahir dengan satu tangan, satu kaki, atau dengan mata yang buta, tentu hal tersebut akan menyedihkan dan mengganggu kehidupan kita. Kita merasakan kehidupan yang kurang normal.
Demikian pula tatkala seseorang ditakdirkan memiliki tangan tambahan, kaki tambahan, atau anggota tubuh tambahan yang lain, tentu dikatakan kepadanya bahwa ia tidak normal. Jadi, kurang dari kebutuhan dikatakan kurang sempurna, sebagaimana kelebihan sesuatu juga dikatakan tidak normal.

Kamis, 30 Januari 2014

Sikap yang Keliru Saat Sakit - part 2


6. Bergantung kepada selain Allah, baik kepada dokter maupun lainnya
Seorang muslim memang diperintah untuk menempuh sebab dan hal ini tidak bertentangan dengan keharusan bersabar serta bertawakkal.
Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, "Adapun memberitakan kepada seseorang tentang keadaan yang sedang dialami, apabila maksudnya adalah meminta tolong agar ia diberi bimbingan/arahan, atau diberi bantuan, atau sebagai perantara agar kesusahannya hilang, si hamba tidaklah dicela dengan penyampaiannya tersebut. Misalnya, seorang yang sakit memberitahu dokter tentang keluhan yang dirasakannya."

Senin, 13 Januari 2014

4 Pertanyaan Untukmu

Rasulullah sholallohu 'alaihi wasallam pernah bersabda didalam hadits Abu Barzah Al Aslami radhiyallohu 'anhu,
"Pada hari kiamat kelak, dua telapak kaki seluruh hamba tidak akan bergeser sampai ia ditanya tentang umurnya;untuk apa ia lalui? Tentang ilmunya;bagaimana ia mengamalkannya? Tentang hartanya;dari mana ia peroleh dan untuk apa ia gunakan? Tentang badannya;untuk apa ia pergunakan."
[HR. Tirmidzi 2/67, dishahihkan oleh Al-Albani dalam Ash-Shahihah 2/666]



Hadits diatas menjadi salah satu bentuk rahmat dan kasih sayang Allah kepada hambaNya. Renungkanlah, wahai saudaraku. Surga dan neraka adalah dua tempat yang harus dipilih salah satunya. Surga adalah tempat yang dijanjikan Allah dengan beragam kenikmatan dan kelezatan. Sementara neraka adalah tempat mengerikan yang penuh dengan siksa dan hukuman.


Kamis, 09 Januari 2014

Kertas Bertuliskan Ayat al-Qur'an

tanya :
Sebagian orang menuliskan ayat al-Qur'an atau ucapan bismillahir rahmanir rahim di kartu undangan pernikahan atau yang lainnya. Padahal kartu ini bisa saja dibuang di tempat sampah setelah dibaca, terinjak, atau menjadi mainan anak kecil. Lalu apa nasehat anda dalam hal ini?

Selasa, 07 Januari 2014

Sikap yang Keliru Saat Sakit - part 1

Allah subhanahu wa ta'ala, dengan keadilan dan kasih sayang-Nya menguji para hamba-Nya dengan kesenangan dan kesusahan, kelapangan dan kesempitan, agar menjadi jelas siapa yang bersabar dan bersyukur sehingga pantas memetik balasan kebaikan, dan siapa yang berkeluh kesah lagi kufur hingga berbuah keburukan.
Allah ta'ala berfirman,
"Dan Kami menimpakan kepada kalian kejelekan dan kebaikan sebagai fitnah/ujian." [QS. al-Anbiya; 35]


Di antara kesusahan yang ditetapkan-Nya bisa menimpa para hamba yang dikehendaki-Nya adalah hilangnya kesehatan. Dengan kata lain, menderita sakit. Ya, sakit yang mendera seorang hamba merupakan ujian Allah, sebagai penambah pahala apabila disertai iman dan sabar, penghapus dosa dan dapat mengangkat derajat si hamba.

Jumat, 06 Desember 2013

Jalan Masuk IBLIS ke Qalbu Manusia

Qalbu laksana sebuah benteng. Sedangkan syaithan adalah musuh nyata yang selalu berusaha memasukinya untuk kemudian menguasai sepenuhnya. Tidak mungkin benteng itu akan terjaga dan selamat dari serangannya, kecuali dengan selalu menjaga pintu-pintunya. Dan tidak mungkin kita bisa menjaga pintu-pintu tersebut sementara kita tidak mengetahuinya. Tidak mungkin pula kita bisa menahan gempuran syaithan kecuali kita mengetahui jalan-jalan masuknya.



Pembaca yang budiman, ketahuilah bahwa seluruh sifat buruk yang kita miliki itulah jalan dan pintu masuknya syaithan pada qalbu kita. Dan sifat-sifat itu sangat banyak. Siapa yang mampu menjaganya, berarti ia akan selamat dari gempurannya.

Berikut ini adalah beberapa sifat buruk yang merupakan pintu terbesar syaithan ;

Rabu, 11 September 2013

Al-Hayiy

Diantara Al-Asma’ul Husna adalah Al-Hayiy. Artinya, yang memiliki sifat Al-Hayaa’, yang berarti malu. Sehingga makna Al-Hayiy adalah Yang Maha Pemalu. Dalam hadits dari Salman Al-Farisi radhiyallohu ‘anhu, dari Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam, bahwa beliau bersabda :

“Sesungguhnya Alloh Maha Pemalu dan Pemurah. Dia malu bila seorang lelaki mengangkat kedua tangannya kepada-Nya lalu Dia mengembalikannya dalam keadaan kosong dan hampa.” [Shahih, HR.Abu Dawud no.1488 dan Tirmidzi no.3556 dan beliau mengatakan hasan gharib. Dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abu Dawud dan At-Tirmidzi]

Senin, 19 Agustus 2013

Manisnya Kesabaran

Pada suatu senja di hari raya, teman istri saya kehilangan dua orang yang dicintainya sekaligus ; ayah dan suaminya. Mereka berdua wafat karena kecelakaan. Innalillahi wa inna ilaihi raajiun, bagaimanakah perasaan teman istri saya itu? Seperti apa luka hatinya? Apa saja yang tergambar di pikirannya? Mana si bungsu juga masih dalam buaiannya.
Selang beberapa waktu kemudian, teman istri saya ini menyusul suami dan ayahandanya dengan cara yang hampir sama, bersama si bungsu. Ya, si bungsu ikut wafat dalam gendongan selendang bundanya ketika kecelakaan merenggut keduanya. Rahimahullah. Semoga Alloh melimpahkan kasih sayangnya untuk mereka.

Senin, 15 Juli 2013

Banyak Anak Banyak Rezeki

Seluruh ajaran Nabi sholallohu 'alaihi wasallam adalah pedoman hidup terbaik. Tuntunan hidup yang murni membawa kemanfaatan. Taat dan patuh kepada beliau adalah sumber kebahagiaan dan kemuliaan.
Prinsip mulia ini harus selalu ada pada diri setiap muslim. Sehingga, ia akan bermanfaat dan berlapang dada dalam melaksanakan setiap sunnah beliau. Tidak terkecuali anjuran Nabi sholallohu 'alaihi wasallam untuk memperbanyak anak.

Terkadang, seseorang hanya mengandalkan logika, mengedepankan hawa nafsu dalam menilai permasalahan. Atau mungkin sudah terpengaruh propaganda kafir yang tidak ingin melihat jumlah kaum muslimin semakin bertambah banyak. Sehingga, muncullah persepsi bahwa banyak anak hanya akan menyusahkan hidup. Ada pula yang berasumsi bahwa banyak anak akan membuat seseorang jatuh miskin dan serba repot.

Rabu, 10 Juli 2013

SYIRIK, Dosa Terbesar dan Tak Terampuni

Syirik itu adalah perbuatan seseorang yang meyakini bahwa selain Allah ada yang mencipta, memberi rizqi, menghidupkan, mematikan, mengetahui perkara ghaib, mengatur alam. Syirik juga berarti beribadah kepada selain Allah, seperti ruku’, sujud, menyembelih, bernadzar, berdo’a, dan lainnya. Syirik menyebabkan pelakunya keluar dari agama Islam.
[Definisi menurut Syaikh Muhammad bin Ali Al-Wushobiy-hafizhahullah, dalam Al-Qoul Al-Mufid (hal. 95), cet. Dar Ibnu Hazm]

Intinya, syirik adalah engkau menjadikan sesuatu tandingan bagi Allah baik dalam perkara uluhiyyah, rububiyyah, nama, dan sifat-sifat-Nya.


Selasa, 09 Juli 2013

Jenis-jenis Riya'..., Waspadalah !!!

Pintu-pintu yang mengantarkan kepada riya’ sangat banyak sekali, kita berlindung kepada Alloh darinya. Jenis-jenis tersebut adalah sebagai berikut :


1. Memang keinginan seorang hamba tersebut untuk selain Alloh. Dia ingin dan senang apabila diketahui oleh orang lain bahwa ia telah melakukan hal tersebut dan sama sekali tidak meniatkan ikhlas untuk Alloh ‘azza wa jalla, kita berlindung kepada Alloh dari yang seperti itu. Jenis ini termasuk nifak.

2. Pada awalnya niat dan tujuan hamba tadi untuk Alloh, namun apabila dilihat oleh manusia ia tambah giat dalam ibadahnya dan memperindah seindah-indahnya. Ini termasuk syirik yang tersembunyi. Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam bersabda, 

“Wahai sekalian manusia, jauhilah kesyirikan yang tersembunyi!”
Para shahabat bertanya, “Wahai Rosulullah, apa itu syirik yang tersembunyi?”
Beliau menjawab, “Seseorang bangkit melakukan sholat kemudian dia bersungguh-sungguh memperindah sholatnya karena dilihat manusia. Itulah yang disebut dengan syirik yang tersembunyi.” [HR. Ibnu Khuzaimah dan Baihaqi]